"pupuk bersubsidi, petani dan buruh bongkar muat"


Indonesia adalah Negara Agraris, negara yang memilik mayoritas dari jumlah penduduknya berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Karena itu walau bagaimana pun juga pemerintah harus tetap mengutamakan perlindungan terhadap petani. Pemerintah sudah keterlaluan, beberapa bulan yang lalu tepatnya 9 April 2010 pemerintah menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk. Jika pemerintah beralasan kenaikan harga pupuk dikarenakan berkurangnya subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka tidak seharusnya itu dibebankan kepada para petani.

Ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi masih sangat tinggi. Dan kenaikan HET pupuk sangat mempengaruhi produktifitas dan nilai tukar petani. Keputusan pemerintah menaikan harga pupuk dirasa tidak adil, sebab kenyataan dilapangan harga jual gabah selalu berada dibawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp. 2.600,-/kg, harga jual gabah kering di kebanyakan tempat berkisar antara Rp. 2.200,- hingga Rp. 2.4oo,-. kondisi ini akan semakin membuat petani terjepit.

Keadaan ini semakin diperparah lagi dengan ketidak-pastian musim yang diakibatkan oleh perubahan iklim (Climate Change) yang makin membuat petani resah. Petani harus merasakan kerugian atas gagalnya panen akibat banjir yang datang ketika musim panen hampir tiba atau ketidak-pastian musim tanam yang juga menyebabkan petani kebingungan harus memulai tanam di bulan apa, karena takut tidak adanya ketersediaanya stock air yang cukup untuk tanaman mereka.

Tidak hanya petani, Buruh Bongkar Muat (khususnya jenis barang "pupuk bersubsidi") pun ikut merasakan dampak dari kenaikan Harga Eceran Tertinggi Pupuk. Para buruh bongkar muat tidak mendapatkan kenaikan upah dari hasil kerjanya yang cuma Rp. 6.000,- hingga Rp. 8.ooo,- /ton, karena itu mereka harus meluangkan lebih banyak waktunya dan bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. mereka harus membeli beras dengan harga yang ikut naik pasca kenaikan harga pupuk dengan jumlah upah mereka yang tidak ikut bertambah.

Kebijakan pemerintah yang slalu menaikan harga pupuk mungkin menjadi salah satu penyebab banyaknya pengalihan fungsi lahan pertanian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar